Breaking News
Loading...
Wednesday, April 17, 2013

Di Kota Jember - Jawa Timur para peternak bebek semua pada merasakan sakit gigi. Bukan karena tidak pernah sakit gigi ataupun Sariawan. Melainkan bebek -bebek itu mati secara mendadak dan kompak !!!. Padahal tidak ada petir menyambar bebek-bebek tersebut, hal inilah yang menyebabkan para peternak bebek di jember merasakan galau.

Informasi ditingkat peternak menyebutkan, serangan penyakit ini sangat mendadak. Kemudian penularannya juga sangat cepat. Sedangkan apa yang menjadi penyebab tumbuhnya penyakit ini juga tidak ada yang mengetahui. ‘’Kalau sudah terserang, dipastikan bebek itu mati. Penyebaran penyakit ini juga sangat cepat,’’ kata Romelan, salah seorang peternak bebek potong asal Purwojati, Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan.

Romelan mengungkapkan, dalam musim ternak bulan ini, dirinya menyebar benih di kandang sekitar 600 ekor. Dia mendatangkan benih bebek potong itu dari Lumajang. ‘’Kami datangkan benih dari penetasan yang ada di daerah sebelah. Saat itu kami membeli 600 ekor,’’ katanya.
Kemudian anakan bebek potong itu dirawat dengan prosedur yang telah ditentukan. Mulai pakan yang terjamin hingga kebeekrsihan kandang. Biasanya anakan bebek itu bisa dinikmati hasilnya setelah usia 40 hari.

Namun tampaknya Romelan pun juga tidak bisa menikmati hasil. Sebab ketika bebek masuk dalam usia  15 hari, sudah banyak yang mati. Dengan ciri mata membiru. Jumlah ini terus bertambah sampai usia 25 hari. ‘’Apa penyebabnya kami juga tidak tahu. Pada usia itu jumlah kematian sangat banyak. Dalam 600 ekor tersebut tersisa tak lebih dari 25 ekor,’’ katanya.

Akhirnya para petani bebek membersihkan semua kandang bebek untuk di sterilkan guna berjaga-jaga agar viris yang menyebabkan kematian bebek itu tidak menjalar kepada bebek-bebek yang lain. Sedangkan bebek yang sudah mati, dimusnahkan dengan cara membakar dan mengubur. Mudah-mudahan para peternak bebek bisa bersabar dan akan mendapatkan hikmahnya.

Anga' Hoo

Next
This is the most recent post.
Older Post

19 komentar:

  1. semoga bukan terkena virus flu burung ya sob :)

    ReplyDelete
  2. semoga segera ada penyelesaian, dan bisa teratasi. sehingga nggak mengganggu perekonomian peternak bebek. aamiin

    ReplyDelete
  3. semoga stok bebek di jember aman

    ReplyDelete
  4. Ya mungkin ini sedang tidak beruntung,saya setuju sobat semoga semua ini ada hikmahnya
    terima kasih sudah berbagi info

    ReplyDelete
  5. semoga lekas sehat aja dehh bebeknya..jangan atit lagi hehehe :((

    ReplyDelete
  6. Wah termasuk penyakit endemik tuh... di Pasuruan nggak ada bebek mati mendadak soalnya... mungkin disana dah tahu dahuluan BBM mau naik itu ya... akibatnya bebeknya kena jantungan bebarengan hehehe...

    ReplyDelete
  7. wah jangan jangan ada virus baru tuh.perlu tindak lanjut dinas kesehatan tuh sob.
    salam kenal

    ReplyDelete
  8. Semoga cepat ketemu sumber masalahnya, dan segera dapat di atasi!

    ReplyDelete
  9. ini harus segera dilaporkan ke dinas peternakan agar diketahui penyebab kematian ratusan bebek tersebut dan bisa segera diambil tindakan pencegahannya ...salam :-)

    ReplyDelete
  10. waduh bisa kompakan gitu mati'nya.. virus'nya ganas berarti.. moga untuk kedepan'nya bisa lebih di perhatikan lagi..

    ReplyDelete
  11. janjian kalee tuh bebek bisa kompak gitu..:-)

    ReplyDelete
  12. Seandainya matinya dipenggorengan pastinya enak Mas. Ditambah sambal sama lalapan. uhuii..

    ReplyDelete
  13. mungkin janjian dulu mau matinya!!
    hahaha

    ReplyDelete
  14. memelihara unggas memang harus waspada dan hati2..semoga peternak indonesia sukses selalu...:)

    ReplyDelete
  15. jangan2 keracunan makanan atau kena wabah penyakit kang ... harus dibersihkan kandang bebeknya secara kontinyu kali yah

    ReplyDelete