Breaking News
Loading...
Sunday, December 23, 2012

Kondisi budaya masyarakat di Jember merupakan hasil perpaduan adat jawa dan madura yang mana menghasilkan ciri khas tersendiri. Sudah turun temurun dari nenek moyang bahwa masyarakat Jember yang mempunyai watak sedikit keras (kardi/karepa dibhik = bhs jemberan) itu masih saja bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ramah dan bersahaja sebetulnya melekat betul di dalam hari masyarakat kota Jember, mungkin hal ini juga di pengaruhi oleh warisan budaya jawa sedangkan ke egoisan tadi berasal dari adat madura yang mana kita paham bahwa di Pulau tersebut masyarakatnya sangat sensitif. 

"Carok" merupakan perkelahian fisik yang menggunakan senjata tajam berupa clurit / arit (jawa) berasal dari Pulau Madura dan ini juga terjadi di Jember. Carok yang sesungguhnya adalah pertarungan duel yang sangat adil dan sudah mendapatkan ijin/restu dari pihak keluarga serta membawa senjata Clurit. Jika salah satu korban meninggal dunia, pihak keluarga harus mengikhlaskan nya. Perkelahian duel ini juga di saksikan pihak keluarga dan warga sekitar.

Namun hal ini sudah tidak berlaku lagi di saat ini, perkelahian Carok sudah menjadi pekelahian masal dan sembunyi - sembunyi serta menjadikan dendam di antara kedua belah pihak. Di Jember sendiri sering terjadi kasus carok yang berakibat meninggalnya seseorang dan ini masih saja terjadi sampai saat ini. Apakah hal ini akan berlarut-larut dan selalu memakan korban jiwa ? Padahal dari pihak berwajib tidak kurang-kurang memberikan peringatan dan arahan, tetapi budaya Carok rasanya sulit untuk dihindari. Seharusnya kita harus menyikapi dengan cerdas dan bijak jika perbuatan tersebut merupakan dosa dan berdampak negatif serta merugikan diri sendiri.

Semoga apa yang saya tulis disini akan merubah ke nuansa yang lebih modern dan agamis terutama kepada generasi muda dan anak cucu kita. Amin



Wassalam

Angak Hoo ... !!!

10 komentar:

  1. Waah baru tahu nie soB kalau di Jember teryta jg ada budaya caruk, saya kira cuma di Madura Aja. Btw itu clurit mengkilat banget,gak kayak clurit Ane, berkarat ... hehe

    ReplyDelete
  2. Walah... begitu gampangnya menghilangkan nyawa seorang manusia...
    Moga-moga tidak jadi trend ditempat lain...

    ReplyDelete
  3. Selamat pagi sob...semoga saja sob sehingga generasi muda tidak salah melakukan sesuatu yang buruk untuk sekarang...

    Salam

    ReplyDelete
  4. wah..buat tebas leher langsung putus...tu..:-)

    ReplyDelete
  5. hehehe.. Admin blog ini orang Jember ya. kalau boleh tau Jember mana ya? :D

    saya juga dari Jember. salam kenal ya kawan.

    ReplyDelete
  6. wah begitu tah asalmulanya,,makasih kawan

    ReplyDelete
  7. hehe
    wah baru tau q alsalnya..
    salam kawan dari Banyuwangi...
    http://thephatar.blogspot.com

    ReplyDelete
  8. iya sampek sekarang yang namanya tempat carok atau duel skarang masih ada yaitu tempatnya di ajung yang namanya Gumuk Carok

    ReplyDelete
  9. slm knl kwn ......asli anak lumajang desa kotokan.sampai kpanpun tak kan pernah hilang yg nmnya carok itu.karna carok lahirnya dari budaya.slma harga diri itu tidak pernh di usik orang lain.mngkin carok itu tidak akan pernah hadir.

    ReplyDelete